PRAKARSA NYATA PARAMUDA GEKKO: Gotong-Royong Berdaya untuk Merdeka!!

06 Oct 2023

Program pemberdayaan merupakan aktivitas yang dilakukan terus-menerus, berkesinambungan & berkelanjutan sehingga terbangun tatanan -- kebiasaan positif yang akan menjadi budaya dalam masyarakat.   Kemandirian komunitas dalam suatu program pemberdayaan butuh upaya terbaik dari semua pihak yang terlibat.

GEKKO adalah suatu gerakan yang anggotanya adalah sekumpulan anak remaja yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan kaum muda dan komunitas rentan yang tinggal (relokasi) di rusunawa. Gerakan ini awal mulanya digagas dan dirintis oleh Matthew Sennelius (17), lalu berlanjut mengajak adiknya – Anna Sennelius (15), tak berselang lama mereka ajak teman-teman lainnya, seperti Amara Rachmat (17), Katie Sondakh (17), Kyle Lee (17), Chloe Lembong (17) & Darron Lembong (16).

Anna mencoba melakukan pertemuan dengan sahabatnya – Amara, untuk menyampaikan konsep Gerakan GEKKO. Gayung bersambut, tawaran ini diterima oleh Amara yang kebetulan dekat dengan GK Indonesia, setelah dilakukan sinkronisasi ternyata program-programnya cocok dengan program pemberdayaan yang dilakukan GK Indonesia. Diantaranya adalah sama-sama mempunyai tujuan untuk selalu memberikan bantuan kepada komunitas berupa pemberdayaan agar mereka bisa bertumbuh menjadi komunitas yang mandiri. Oleh karenanya Gekko menjadi salah satu Youth Initiative di bawah GK Indonesia, sehingga muncullah beberapa program kolaborasi antara GEKKO & GK Indonesia.

GEKKO pertama kali berkolaborasi dengan GK Indonesia sekitar 3 tahun yang lalu ketika terjadi pandemic covid 19, program yang digarap adalah project pendirian ruang sanggar belajar untuk menfasilitasi kegiatan belajar online (PJJ) bagi anak sekolah yang tinggal di rusunawa binaan GK. Pada saat itu sudah 10 sanggar berhasil didirikan secara bertahap, hal ini tidak lepas dari peran aktif dari para anggota GEKKO yang telah berhasil menjalin hubungan partnership dengan donatur potensial. Tetapi bukan hanya dengan menggaet para donatur saja, si Founder – Matthew juga telah melakukan terobosan dengan jualan kaos oblong.

Ide cemerlang ini awalnya dia tuangkan dalam bentuk menggelar kegiatan Lomba Desain Kaos dengan tema Indonesia Kuat. Desain terbaik akan dicetak di atas kaos secara massal, produk kaos yang sudah jadi akan didistibusikan ke berbagai event amal, kolega, teman dekat, komunitas dan pihak yang mau menjadi donatur untuk membeli produk ini. Perlu diketahui dalam memproduksi kaos, Matt telah mempercayakan kepada wira usaha muda binaan dari GK Indonesia di site Mustkasari – Bekasi. “Keuntungan dari hasil penjualan kaos tersebut 100% digunakan untuk membiayai pendirian sanggar belajar di 10 site binaan GK Indonesia”, ucap Matthew.

Amara juga menimpali, “kesepuluh Sanggar belajar inisiatif GEKKO tersebut hingga kini masih tetap eksis dalam berkegiatan, bahkan GEKKO bersama GK Indonesia telah melakukan revitalisasi sanggar dalam program standarisasi Sanggar Belajar Impian. Dalam program ini telah dilakukan penambahan infrastuktur pendukung & program kegiatan yang disukai oleh anak dan remaja . Unit Sanggar juga ditambah 5 unit lagi yang berada di Rusun jatinegara barat & Rusunawa Pesakih Daan Mogot”, pungkasnya.  

Info lebih lanjut  tentang GEKKO Klik http://linktr.ee/gekkoindonesia

Bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-78 ini, Gekko bersama GK Indonesia  menyelenggarakan peluncuran program pemberdayaan masyarakat GO-BERKA yang telah dilaksanakan di Rusunawa Rawabebek, Kamis 17 Agustus 2023. Inisiatif ini timbul karena adanya kondisi, kebutuhan & keinginan  untuk memberi manfaat lebih dari fungsi sanggar belajar itu sendiri. Berlalunya pandemic covid 19 praktis kegiatan belajar online tidak lagi dilaksanakan di sanggar, untuk itu ke depannya fungsi sanggar belajar bukan hanya untuk belajar/bimbel saja, tetapi harus bisa menfasilitasi kegiatan lainnya, seperti menari, menggambar, melukis, kegiatan kreatif dan kegiatan pemberdayaan lainnya.

Dalam kesempatan ini melalui GO-BERKA telah diluncurkan pula program Merdeka Berkreasi, Program Merdeka Belajar & Program Merdeka Berusaha.

Merdeka Berkreasi

Melalui moment peringatan 78 tahun Indonesia Merdeka ini, GEKKO ingin mengulang sukses dalam kegiatan 3 tahun yang lalu. Founder GEKKO – Matthew mengatakan, “kami di awal Agustus ini telah menggelar Lomba Desain Kaos bertemakan Indonesia Maju, untuk para juara telah diumumkan tadi di acara peluncuran Go-Berka, setelah ini  akan ada program lanjutan yaitu pelatihan disain grafis untuk para remaja rusunawa, mereka  akan dimentori langsung oleh akademisi & praktisi disain grafis yang  expert di bidangnya”.

Matt juga menambahkan ke depannya bukan hanya bidang desain grafis saja, tetapi akan dikembangkan untuk seni Mural, Seni Tari dan Seni pertunjukan.

 

Merdeka Belajar

Bertepatan dengan ini pula Gekko telah meresmikan 1 sanggar belajar lagi, yang berada di rusunawa rawa bebek, Amara mengatakan bahwa unit sanggar beserta kelengkapannya  adalah hasil dari donasi keluarga ibu Patricia. “Saya selama ini melakukan pendekatan dengan beliau, dan Puji Tuhan Tante Patricia bersedia untuk support, semoga bantuan fasilitas ini akan dimanfaatkan secara optimal oleh warga”, tuturnya.

Amara juga memberikan penghargaan kepada remaja berprestasi yang aktif menggunakan fasilitas sanggar dalam mendukung kegiatan belajarnya. Para remaja itu diambil dari tiga site binaan GK Indonesia, yaitu dari Rusunawa Jatinegara Barat, Rusunawa Pulogebang & rusunawa Rawabebek, dari ketiganya berstatus mahasiswa semester 3 dengan rerata IPK 3,8.

Bersamaan itu pula melalui upaya Anna Sennelius, telah didapatkan 16 unit PC Desktop dari donatur, yang akan disalurkan ke tiap sanggar belajar di site binaan GK. Harapannya bantuan ini akan bermanfaat bagi komunitas, dan digunakan secara baik dan benar.

“Ingat,  fasilitas ini jangan digunakan untuk aktivitas SOSMED, ini khusus digunakan untuk belajar dan pembelajaran. Ibu2 pelaku Usaha UKM juga bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk belajar pemasaran online atau yang lainnya”, pungkasnya

Tak berhenti sampai di situ dan tak mau ketinggalan moment, anggota GEKKO lainnya – Daroon Lembong secara simbolik menyerahkan bantuan dari donatur keluarga Lembong Tanoto berupa uang Rp. 16.000.000,- kepada Managemen Board GK Indonesia H. Suwani. Donasi tersebut akan digunakan untuk mendirikan satu sanggar belajar lagi di salah satu site binaan GK Indonesia.

 

Merdeka Berusaha

Pada kesempatan ini pula, berada di lokasi yang tak jauh dari tempat peresmian sanggar belajar, diluncurkan program pengembangan usaha warga. Program ini menyasar ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai banyak waktu luang. Ada dua jenis usaha yang akan dikembangkan & didampingi yaitu Usaha Ekonomi Produktif warga (UKM) & usaha pertanian yang berkelanjutan. Pengembangan usaha pertanian ini nantinya akan dipadukan dengan pengelolaan sampah warga – sampah organic akan dipilah dan diolah menjadi pupuk untuk tanaman. Pencanangan program pertanian ini diawali dengan prosesi tanam bersama bibit Singkong dari GEKKO, GK Indonesia, pegiat pertanian setempat dan tokoh masyarakat.

Untuk pengembangan UKM, Chloe Lembong dari Gekko mengatakan bahwa di bulan Oktober akan mengadakan program pelatihan memasak bagi warga rusunawa. “ini adalah kesempatan terbaik bagi warga Rusunawa Rawabebek pegiat usaha kuliner, untuk pengembangan citarasa masakan”, pungkasnya.

Tak lupa di akhir sesi tersebut Amara juga menambahkan, bahwa sanggar belajar juga bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu pelaku usaha UKM & ibu-ibu pegiat pertanian sebagai ruang belajar untuk mengembangkan kemampuan Usahanya.

 

GEKKO saat ini beranggotatan 7 anak muda antara lain; Matthew Sennelius (Founder), Amara Rachmat (Co. Founder), Anna Sennelius, Kyle Zachary Lee, Chloe Lembong, Darron Lembong & Katie Sondakh. Dari setiap anggota mempunyai bakat dan perhatian pada salah satu kegiatan, seperti Amara lebih menyukai kegiatan pemberdayaan Usaha Kecil Produktif, Chloe sangat menyukai bidang Seni Desain & Kuliner, Katie begitu menyukai aktifitas Olah Raga, Anna mempunyai kemampuan melobby dan hubungan partnership.

 

Ternyata Gerakan ini juga sampai ke telinga komunitas remaja lainnya, ini terbukti dengan munculnya anggota baru. Tak disangka ada 4 remaja yang secara langsung mendeklarasikan keanggotaannya di GEKKO, mereka adalah Farah, Wiro, Arva dan Adhel yang saat ini status pelajar di SMA Al Azhar, Kemang Pratama.

Semoga Virus dari GEKKO ini akan manjangkiti ke setiap orang yang mampunyai kepekaan & kepedulian terhadap sesama. Siapa saja boleh ambil bagian di Gerakan ini..!!!